Rabu, 22 Oktober 2008

Penumpang Yang Terhormat

Pernah coba telepon di bandara Cengkareng? Sudah bisa dipastikan lawan bicara kita akan tahu dimana kita, terutama pada jam – jam sibuk penerbangan, karena pasti mereka bisa mendengar panggilan atau pengumuman dari announcer bandara. Kasihan mereka yang suara teleponnya kecil pasti mereka terganggu atau jika mereka sedang berdiskusi hal penting pasti terinterupsi konsentrasinya.

Di bandara Cengkareng (dan mungkin juga bandara – bandara lainnya), jika ada penumpang yang tidak muncul di dalam pesawat maka satu – satu mereka akan dipanggil. Kenapa sih kok sampai dipanggil – panggil segala? Bukankah pada saat check in mereka sudah tahu kapan masuk pesawat (boarding) dan dimana mereka harus boarding? Kalau saja mereka tidak dipanggil dan kemudian tertinggal pesawat, apa jadinya? Jadinya adalah “Pengalaman adalah guru yang baik”. Jadi tinggal saja mereka dan biarkan penumpang lain menikmati kenyamanan dan keindaha bandara Cengkareng dengan tenang. Dengan adanya “fasilitas” ini, para penumpang sendiri “anggap enteng” situasi itu.

Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan penumpang pesawat kita menjadi mandiri dan berdisiplin terhadap diri sendiri? Bayangkan, jika panggilan – panggilan ini tidak dilakukan dan semuanya menjadi teratur . . . mungkin kita akan lebih baik hidupnya.

Aston Inn, Bali

19 Oktober 2008

20:13 wita

1 komentar:

Simply ~ Wiwik mengatakan...

hanya ada di Indonesia, dah membudaya gitu loh..can we do something about it?