Di bandara Cengkareng (dan mungkin juga bandara – bandara lainnya), jika ada penumpang yang tidak muncul di dalam pesawat maka satu – satu mereka akan dipanggil. Kenapa sih kok sampai dipanggil – panggil segala? Bukankah pada saat check in mereka sudah tahu kapan masuk pesawat (boarding) dan dimana mereka harus boarding? Kalau saja mereka tidak dipanggil dan kemudian tertinggal pesawat, apa jadinya? Jadinya adalah “Pengalaman adalah guru yang baik”. Jadi tinggal saja mereka dan biarkan penumpang lain menikmati kenyamanan dan keindaha bandara Cengkareng dengan tenang. Dengan adanya “fasilitas” ini, para penumpang sendiri “anggap enteng” situasi itu.
Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan penumpang pesawat kita menjadi mandiri dan berdisiplin terhadap diri sendiri? Bayangkan, jika panggilan – panggilan ini tidak dilakukan dan semuanya menjadi teratur . . . mungkin kita akan lebih baik hidupnya.
Aston Inn, Bali
19 Oktober 2008
20:13 wita
1 komentar:
hanya ada di Indonesia, dah membudaya gitu loh..can we do something about it?
Posting Komentar